Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Januari 2011

SUKSES UJIAN NASIONAL



KIAT SUKSES UJIAN NASIONAL

Apa yang harus dilakukan oleh seorang siswa agar dapat memastikan diri lulus Ujian Nasional, paling tidak memprediksi hasil Ujian-nya. Sepertinya akan sulit memprediksi hal itu, bagaikan tebak-tebak kancing baju, atau tebak suara tokek – lulus-tidak-lulus-tidak – dst. Mengapa? Kita tahu bahwa yang mengoreksi hasil Ujian itu adalah makhluk yang tidak mempunyai perasaan yaitu makhluk yang bernama „komputer“. Bahkan anak yang pandai atau bintang kelas pun ada kemungkinan tidak lulus hanya karena salah dalam mengisi Lembar Jawab komputer atau LJK. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Paling tidak ada tiga hal yang perlu dipersiapkan agar kita bisa memastikan bahwa jawaban kita benar, dan bisa dibaca oleh komputer dengan baik, yaitu:

Pertama: Menggunakan Pinsil 2B yang benar.
Kita harus menggunakan pinsil 2B yang benar-benar 2B yang menjadi konsumsi yang pas untuk komputer sebagai alat koreksi. Jangan gegabah dengan pinsil 2B yang dijajakan disembarang tempat, yang kadang harganya sangat murah. Hati-hati dengan barang palsu, karena secara tidak sadar kita bisa terjebak oleh tangan-tangan nakal yang akan mencoba menggagalkan (mengacaukan) pelaksanaan Ujian Nasional dengan mengedarakan pinsil 2B palsu.

Kedua: Melakukan penghitaman bulatan LJK secara benar.
Kita harus benar dalam melakukan penghitaman bulatan-bulatan pada LJK, sesuai dengan alternatif jawaban yang kita pilih. Kenapa harus benar, karena kalau kita dalam menghitamkan bulatan tidak penuh, maka komputer tidak akan menbaca dengan benar. Demikian pula kalau kita menghitamkan secara sembarangan sampai keluar bagian yang dilingkari, atau bahkan sampai lembar LJK-nya rusak, maka hasilnya bisa fatal.

Ketiga: Tepat memilih jawaban sesuai permintaan soal.
Kita harus tepat dalam memilih alternatif jawaban sesuai dengan permintaan soal dan mengisikan jawaban tersebut ke LJK dengan benar (sebagaimana persyaratan kedua). Persyaratan ketiga ini hanya bisa ditempuh dengan belajar secara benar, banyak membaca dan latihan soal-soal baik mandiri maupun melalui bimbingan. Persyaratan ketiga ini tentunya sudah dipersiapkan secara terus-menerus selama 3 (tiga) tahun selama menjadi siswa di sekolah. Hanya saja kadang kita tidak sadar bahwa pembelajaran kelas 1 pun sebenarnya adalah merupakan dasar untuk menghadapi Ujian Nasional di kelas 3 nantinya.

Bila ketiga persyaratan tadi telah terpenuhi, maka bisa dipastikan setelah mengikuti Ujian Nasional, kita akan merasa tenang dan menunggu hasil Pengumuman Ujian Nasional tanpa merasa was-was. Selanjutnya tinggal hal-hal non teknis yang harus kita lakukan seperti: (1) Berdoa sebelum melaksanakan Ujian; (2) Sarapan sebelum berangkat ke Sekolah; (3) Mohon restu dari Orang tua; (4) Berangkat lebih pagi dari hari-hari biasa; dan hal-hal lain yang bersifat normatif. Selanjutnya bila persyaratan-persyaratan tadi telah terpenuhi, maka kita tidak perlu lagi menyontek atau menunggu SMS dari orang yang tidak bertanggung jawab, yang kadang bisa lebih menjerumuskan kita. SMS jawaban Ujian Nasional itu adalah perbuatan dari orang-orang yang memanfaatkan ketidak percayaan diri siswa untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri, dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Demikian tulisan ini, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan menambah rasa percaya diri dalam menhadapi Ujian Nasional yang akan diselenggarakan dalam waktu yang tidak lama lagi. Semoga sukses menyertai anda, Amiiiieeeennnn!!!

Sri Bagus DARMOYO
Bidang Dikmen Dinas Dikpora Kabupaten Kendal

Minggu, 02 Agustus 2009

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN

Renungan menjelang Peringatan Hari Kemerdekaan RI

Model Kepemimpinan Pendidikan
Perspektif Universal Kepemimpinan

Ki Hajar Dewantoro,

Pimpinan suatu lembaga atau organisasi selalu ingin menumbuhkan motivasi kerja kepada setiap staf atau bawahannya, dengan harapan motivasi kerja yang tinggi akan menumbuhkan kinerja yang baik dan akan menghasilkan prestasi yang unggul dan bermutu. Dalam menumbuhkan motivasi kepada staf atau bawahan, pimpinan lembaga atau organisasi mempunyai cara yang berbeda. Cara-cara tersebut kemudian akan menjadi suatu model perilaku yang kemudian menjadi sebuah Gaya yang dapat disebut sebagai Gaya Kepemimpinan.
Kepemimpinan pendidikan yang bersifat efektif dan inovatif akan menjadikan lembaga pendidikan berkembang. Keberhasilan kepemimpinan di sekolah yaitu keberhasilan kepala sekolah sangat dipengaruhi oleh hal-hal pokok meliputi : kepribadian, keteladanan, pemahaman konsep, kompetensi manajerial, dan profesionalisme kepala sekolah. Kepala sekolah yang berhasil adalah kepala sekolah yang dapat memanfaatkan kritik, saran dan masukan dari siapapun sebagai bahan pijakan untuk maju dan memperbaiki kekurangannya.
Filosofi Kepemimpinan Ki Hajar Dewantoro yang sering kita dengar di sekolah dan dunia pendidikan pada umumnya serta sering kita baca di dalam buku-buku sejarah adalah ungkapan : ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, dan tut wuri handayani. Ungkapan tersebut sangat universal untuk diterapkan didunia pendidikan sebagai model atau gaya kepemimpinan yang digali dari falsafah bangsa Indonesia. Gaya kepemimpinan tersebut merupakan gaya kepemimpinan keteladanan yang saat ini sangat didambakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Filosofi problem solving sebagai ajaran yang dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantoro dengan menggunakan ungkapan bahasa jawa yang universal (sangat universal) yaitu Neng-Ning-Nung-Nang adalah salah satu gaya kepemimpinan yang merupakan hasil pemikiran asli bangsa Indonesia. Neng – berati meneng atau tenang, Ning – berarti wening atau bening, Nung – berarti dunung atau keberadaan (letak dimana), dan Nang – berarti ke-wenang-an atau kemampuan/kompetensi.
Problem solving tersebut mengajarkan kepada para pemimpin dalam menghadapi suatu masalah, bahwa seorang pemimpin harus dapat memecahkan permasalahan tanpa membuat permasalahan baru. Dalam problem solving dikatakan “kita dapat menangkap ikan tanpa membuat air-nya menjadi keruh”, atau “kita dapat menangkap ikan dalam kolam yang airnya keruh – Ikannya tertangkap, airnya menjadi bening”. Dalam problem solving yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantoro, seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah dengan tepat dan dapat diterima oleh semua pihak tanpa ada yang merasa dirugikan.
Kepemimpinan dalam perspektif Ki Hajar Dewantoro, sesuai dengan falsafah hidup luhur warisan para leluhur bangsa Indonesia yaitu : Neng, Ning, Nung, Nang, yang merupakan ruh atau inti dari : (1) Neng : Meneng ing solah bowo; (2) Ning : Wening ing pikir manungku pujo; (3) Nung : Dumunung kasunyatan; dan (4) Nang : Wenang ing jumenengan. Bila dikupas secara gamblang dalam kehidupan masa kini, maka perspektif kepemimpinan Ki Hajar Dewantoro mengandung ajakan luhur yang harus dimiliki oleh para pememimpin bangsa, yang mana pada saat ini sudah banyak ditinggalkan.

Sri Bagus DARMOYO
Guru SMK Negeri 2 Kendal